🌑 Apa Yang Yesus Tulis Di Tanah
Sejarahtempat-tempat suci di Golgota. Bukit Golgota sendiri, tempat Yesus disalibkan, serta makam Yesus, sejak dahulu kala dipandang oleh umat Kristen sebagai tempat-tempat suci. Justru karena itulah 100 tahun sesudah Yesus disalibkan, Kaisar Hadrianus yang bersikap sangat anti Kristen, menyuruh menutupinya dengan bangunan Kapitol.
Alkitabmenunjukkan kepada kita banyak jalan yang dapat kita tempuh untuk mengetahui bahwa sekarang ini kita adalah milik Yesus. Tulisan di bawah judul ini merupakan checklist untuk kehidupan Anda. 00032 (23. Roh Kudus) Kepenuhan
Dan(ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan
Jatuhke Tanah yang Baik dan Mendatangkan Banyak Buah. Perumpamaan tentang penabur diakhiri dengan uraian Juruselamat tentang benih yang “jatuh di tanah yang baik lalu berbuah” dalam berbagai ukuran ( Matius 13:8 ). Bagaimana kita dapat mempersiapkan diri untuk menjadi tanah yang baik itu dan menghasilkan panen yang baik itu? Yesus
Jadirancangan-Nya memang sebagai manusia, bisa mati, namun setelah itu bisa bangkit, dan terbukti. Yesus menjadi satu-satunya sosok suci yang hidup. Dia naik ke Surga dalam kondisi hidup (sudah bangkit 40 hari sebelumnya). Bahkan 60 tahun kemudian setelah bangkit, masih bisa melakukan fo. Lanjutkan Membaca.
Sebagaiorang percaya kita yakin bahwa Tuhan ada di syurga, syurga itu tempat yang kudus dan suci dan mulia. Lalu siapakah yang layak berada di syurga? Jika kita cermati akan hal syurga, maka Tuhan dan komunitas Tuhan yang kudus, suci dan mulialah yang berada di syurga. Apakah Yesus adalah Tuhan? Tentu jawabannya bisa ya namun bias tidak.
explore#apa_yang_sedang_kristus_tulis_di_tanah at Facebook
SantoYusuf dalam Gereja. 26.6.16. Devosi kepada Santo Yusuf tidak dikenal di dalam Gereja selama berabad-abad. Hal ini dilatarbelakangi oleh suatu kekuatiran bahwa tekanan yang berlebihan pada kedudukan Yusuf dapat menimbulkan anggapan umum bahwa Yusuf adalah ayah kandung Yesus. Senada dengan ini disampaikan oleh Gereja Orthodox.
Memangbenar bahwa "everything will be nothing" ketika Tuhan Yesus tidak diikutsertakan di dalam setiap aktivitas manusia. Sebab, kesia-siaan akan datang seperti pencuri di malam hari Tidak peduli seberapa cantik, ganteng, pintar, bodoh, kaya, miskin diri kita.. kita semua akan kembali ke tanah.. semua gelar/title yang kita miliki tidak ada
.
Lanjut ke konten Pembacaan Alkitab Yohanes 8 1 – 59 Dalam dunia pekerjaan penuh dengan persaingan yang ketat antara pegawai yang satu dengan pegawai lainnya untuk sebuah posisi yang lebih baik. Kita sebagai seorang pekerja pasti mengalami hal yang sama, bekerja sungguh-sungguh untuk menunjukkan kepada pimpinan dan pegawai lain bahwa kitalah yang terbaik. Kita pasti mengenal bahwa di dalam pekerjaan ada banyak orang yang mendukung dan tidak sedikit juga orang yang tidak mendukung bahkan menggunakan banyak cara untuk menjatuhkan yang lain. Kita juga tahu bahwa ada banyak pemimpin bangsa kita yang jatuh karena memberi cela bagi mereka untuk dijatuhkan. Pagi hari ini melalui renungan Firman Tuhan yang kita baca mengajarkan kita untuk belajar dari kehidupan Yesus yang bijaksana. Pada Yoh. 8 1 -11 menceritakan bahwa pada saat Yesus sedang mengajar di bait Allah, orang farisi dan ahli taurat datang kepada Yesus dan membawa seorang perempuan yang berbuat zinah. Orang farisi dan ahli taurat berkata, perempuan ini berzinah dan harus dilempari dengan batu dengan tujuan mau menjatuhkan Yesus. Pertanyaan yang di lontarkan oleh orang farisi dan ahli taurat secara logis manusia hanya menghasilakan dua jawaban yaitu Ya dan Tidak. Jika Yesus menjawab Ya, Yesus bukan Allah yang bisa mengampuni. Jika Jawaban Yesus Tidak, Yesus bukan Allah yang menggenapi Firmannya. Apa yang dilakukan oleh Yesus, yaitu membungkuk dan menulis dengan jari-Nya ditanah. Inilah yang harus kita kerjakan untuk mengambil sebuah keputusan yang bijaksana seperti Yesus. “Membungkuk dan menulis di tanah”. Apa makna yang bisa kita ambil dari pesan ini dalam menolong kita untuk mengambil keputusan yang bijaksana? Membungkuk adalah merendahkan diri di hadapan Tuhan dengan membawa masalah yang sedang kita alami. Menulis di tanah adalah menuangkan apa isi hati kita kepada Tuhan sampai isi hati yang paling dalam dan sambil merenungkan apa jawaban yang diinginkan Tuhan. Pagi ini kita sudah menerima dua pesan singgkat yang sederhana melalui renungan pembacaan Firman Tuhan yaitu dua cara yang kita kerjakan untuk mengambil keputusan yang bijaksana yaitu Dengan membungkuk dan Menulis ditanah, seperti Yesus menjawab orang farisi dan ahli taurat “Barangsiapa yang tidak berdosa biar dialah yang lebih dahulu melempari perempuan itu” sebuah jawaban yang tidak kita bayangkan dan hal yang sama akan kita alami ketika kita melakukan Firman Tuhan. Tuhan Yesus Memberkati.
TERAS GORONTALO- Kisah Yesus menulis di tanah untuk mempermalukan para ahli Taurat dan orang Farisi adalah salah satu kisah yang penuh misteri dalam Alkitab. Orang mempertanyakan, apa yang ditulis Yesus di tanah hingga menyebabkan ahli Taurat dan orang Farisi malu kemudian berlalu. Dikutip dari akun YouTube Story of Rohani, Yesus menulis tentang dosa dosa tersembunyi para ahli Taurat dan orang Farisi ini. Mereka yang tampak terhormat di depan umum adalah pendosa bejat. Baca Juga Kronologi Penangkapan Nikita Mirzani dan Siapa Sosok Dito Mahendra Dosa itu mereka tutupi dari masyarakat. Namun Yesus tahu dosa - dosa mereka. Karena Yesus adalah Tuhan yang mengetahui segala perbuatan manusia. Ahli Taurat dan orang Farisi ini ingin menjebak Yesus dengan membawa seorang wanita yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menantang Yesus untuk melempari wanita tersebut dengan batu sesuai hukum Musa. Editor Viko Karinda Tags Terkini
apa yang yesus tulis di tanah