🫎 Menurut Teori Evolusi Biologi Organisme Pertama Yang Terbentuk Adalah Organisme
Dalamilmu biologi, evolusi merupakan perubahan-perubahan pada sifat-sifat terwariskan, baik secara morfologis maupun fisiologis, dalam suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan tersebut terjadi karena adanya kombinasi tiga proses utama dalam evolusi, yaitu variasi, reproduksi dan seleksi.
EvuolusiOrganik adalah evolusi yang terjadi pada lingkungan biotik pada makhluk hidup dari generasi ke generasi. Teori evolusi masih dipertentangkan hingga saat ini. Banyak teori yang telah dikemukakan para ahli, tetapi tampaknya belum satupun teori yang dapat menjawab semua fakta dan fenomena tentang sejarah perkembangan makhluk hidup.
Sistemklasifikasi filogenetik muncul setelah teori evolusi dikemukakan oleh para ahli biologi. Sistem ini disusun berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan antara takson (kelompok yang terbentuk dari pengklasifikasian) yang satu dengan lainnya sekaligus mencerminkan perkembangan makhluk hidup. Pada sistem ini juga dijelaskan mengenai kesamaan
Lajukecepatan evolusi tidak berlangsung sama pada tiap-tiap organisme yang berbeda. Umumnya evolusi mula-mula berlangsung cepat pada saat spesies baru muncul dan kemudian diperlambat apabila kelompoknya terbentuk. Evolusi terjadi dalam populasi bukan dalam individu, oleh proses mutasi, reproduksi diferensial dan seleksi alam. Ciri-Ciri Proses
TEORIEVOLUSI BIOLOGI. Sel yang pertama kali terbentuk adalah sel heterotrof, yang memakan bahan makanan yang melimpah yang terdapat di dalam sup prabiotik Sel primitif pertama kali tersebut adalah kelompok sel prokariotik, yaitu sel sederhana yang tidak memiliki membran inti, tidak ada mitokondria, kloroplas, dan Sel tersebut terus berkembang
Mikroorganismeyang ingin kita tumbuhkan, yang pertama harus dilakukan adalah memahami kebutuhan dasarnya kemudian memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan. Air sangat penting bagi organisme bersel tunggal sebagai komponen utama protoplasmanya serta untuk masuknya nutrien ke dalam sel. Pembuatan medium sebaiknya menggunakan
Evolusidalam kajian biologi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies.
Makalahini dibuat berdasarkan niat dan sesuai dengan kondisi serta keadaan dalam kehidupan sekitar. Dimana telah kita ketahui bahwa zaman modern ini makhluk hidup khususnya manusia telah mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan alam. Maka dari itu penulis ingin menjelaskan dan menyampaikan beberapa pendapat para ahli mengenai evolusi kimia.
Pada1859, Darwin menerbitkan "On the Origin of Species by means of Natural Selection", yang menyajikan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa kehidupan telah ber-evolusi sepanjang sejarahnya dan bahwa mekanisme yang menyebabkan terjadinya evolusi adalah seleksi alam. Menurut Ernst Mayr, Darwin mengajukan lima teori perihal evolusi: 1.
. 1. Teori Abiogenesis Menurut teori ini, makhluk hidup berasal dari benda tidak hidup atau dengan kata lain makhluk hidup ada dengan sendirinya. Oleh karena makhluk itu ada dengan sendirinya maka teori ini dikenal juga dengan teori Generatio Spontanea. Aristoteles merupakan salah satu pelopor teori ini, dengan percobaan yang dilakukannya pada tanah yang direndam air akan muncul cacing. Pendukung lain teori Abiogenesis adalah Nedham, seorang ilmuwan dari Inggris. Nedham melakukan penelitian dengan merebus kaldu dalam wadah selama beberapa menit kemudian ditutup dengan gabus. Setelah beberapa hari, terdapat bakteri dalam kaldu tersebut. Nedham berpendapat bahwa bakteri berasal dari kaldu. Setelah ditemukan mikroskop, Antonie van Leeuwenhoek melihat adanya mikroorganisme animalculus di dalam air rendaman jerami. Temuan ini seolah-olah menguatkan teori Abiogenesis. Para pendukung teori Abiogenesis menyatakan bahwa mikroorganisme itu berasal dari jerami yang membusuk. Akan tetapi, Leeuwenhoek menolak pernyataan itu dengan mengemukakan bahwa mikroorganisme itu berasal dari udara. Para penganut abiogenesis tersebut di atas dalam menarik kesimpulan sebenarnya terdapat kelemahan, yaitu belum mampu melihat benda yang sangat kecil bakteri, kista, ataupun telur cacing yang terbawa dalam materi percobaan yang digunakan. Hal ini karena pada zaman Aristoteles belum ditemukan mikroskop. Walaupun ada kelemahan pada percobaan, tetapi cara berpikir dalam mencari jawaban mengenai asal usul kehidupan di bumi ini sudah mengacu pada pola metode ilmiah. 2. Teori Biogenesis Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup. Tokoh pendukung teori ini antara lain Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur. Francesco Redi merupakan orang pertama yang melakukan penelitian untuk membantah teori Abiogenesis. a. Percobaan Francesco Redi Francesco Redi melakukan penelitian menggunakan 8 tabung yang dibagi menjadi 2 bagian. Empat tabung masing-masing diisi dengan daging ular, ikan, roti dicampur susu, dan daging. Keempat tabung dibiarkan terbuka. Empat tabung yang lain diperlakukan sama dengan 4 tabung pertama, tetapi tabung ditutup rapat. Setelah beberapa hari pada tabung yang terbuka terdapat larva yang akan menjadi lalat. Berdasarkan hasil percobaannya, Redi menyimpulkan bahwa ulat bukan berasal dari daging, tetapi berasal dari telur lalat yang terdapat dalam daging dan menetas menjadi larva. Penelitian ini ditentang oleh penganut teori Abiogenesis karena pada tabung yang tertutup rapat, udara dan zat hidup tidak dapat masuk sehingga tidak memungkinkan untuk adanya suatu kehidupan. Bantahan itu mendapat tanggapan dari Redi. Redi melakukan percobaan yang sama, namun tutup diganti dengan kain kasa sehingga udara dapat masuk dan ternyata dalam daging tidak terdapat larva. b. Percobaan Lazzaro Spallanzani Lazzaro Spallanzani pada tahun 1765 melakukan percobaan untuk menyanggah kesimpulan yang dikemukakan oleh Nedham. Lazzaro Spallanzani melakukan percobaan dengan memanaskan 2 tabung kaldu sehingga semua organisme yang ada di dalam kaldu terbunuh. Setelah didinginkan kaldu tersebut dibagi menjadi 2, satu tabung dibiarkan terbuka dan satu tabung yang lain ditutup. Ternyata pada tabung yang terbuka terdapat organisme, sedangkan pada tabung yang tertutup tidak terdapat organisme. c. Percobaan Louis Pasteur Louis Pasteur melakukan percobaan menggunakan labu leher angsa. Pertama-tama kaldu direbus hingga mendidih, kemudian didiamkan. Setelah beberapa hari, air kaldu tetap jernih dan tidak mengandung mikroorganisme. Adanya leher angsa memungkinkan udara dapat masuk ke dalam tabung, tetapi mikroorganisme udara akan terhambat masuk karena adanya uap air pada pipa leher. Namun, apabila tabung dimiringkan hingga air kaldu sampai ke permukaan pipa, air kaldu tersebut akan terkontaminasi oleh mikroorganisme udara. Akibatnya setelah beberapa waktu, air kaldu akan keruh karena terdapat mikroorganisme. Berdasarkan hasil percobaan para ilmuwan tersebut maka muncullah teori baru yaitu teori Biogenesis yang menyatakan bahwa a. setiap makhluk hidup berasal dari telur = omne vivum ex ovo, b. setiap telur berasal dari makhluk hidup = omne ovum ex vivo, c. setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya = omne vivum ex vivo. Perhatikan ikhtisar percobaan yang dilakukan oleh Nedham, L. Spallanzani, dan L. Pasteur dalam Tabel berikut. Keterangan Nedham L. Spallanzani L. Pasteur Bahan Reaksi Kaldu Merebus kaldu beberapa menit, kemudian menutup botol dengan sumbat gabus Tumbuh bakteri Kaldu Merebus kaldu cukup lama sehingga semua organisme mati botol ditutup dengan rapat Tidak tumbuh bakteri Kaldu Merebus kaldu hingga mendidih,memasukkan kaldu dalam botol kemudian leher angsa Tidak tumbuh bakteri 3. Teori Cosmozoic Teori Cosmozoic atau teori Kosmozoan menyatakan bahwa asal mula makhluk hidup bumi berasal dari ”spora kehidupan” yang berasal dari luar angkasa. Keadaan planet di luar angkasa diliputi kondisi kekeringan, suhu yang sangat dingin serta adanya radiasi yang mematikan sehingga tidak memungkinkan kehidupan dapat bertahan. Pada akhirnya spora kehidupan itu sampai ke bumi. Teori ini tidak dapat diterima oleh banyak ilmuwan. 4. Teori Penciptaan Special Creation Teori ini berpandangan bahwa makhluk hidup diciptakan oleh Tuhan seperti apa adanya. Paham ini hanya membicarakan perkembangan materi sampai terbentuknya organisme tanpa menyinggung asal usul materi kehidupan. Penciptaan setiap jenis makhluk hidup terjadi secara terpisah. Teori ini tidak berdasarkan suatu eksperimen. 5. Teori Evolusi Biokimia Teori ini mencoba menggali informasi asal usul makhluk hidup dari sisi biokimia. Menurut Oparin dalam bukunya yang berjudul The Origin of Life 1936 menyatakan bahwa asal mula kehidupan terjadi bersamaan dengan evolusi terbentuknya bumi beserta atmosfernya. Alexander Oparin adalah ahli evolusi molekular berkebangsaan Rusia. Lebih lanjut, Oparin menjelaskan bahwa pada mulanya atmosfer bumi purba terdiri atas metana CH4, amonia NH3, uap air H2O, dan gas hidrogen H2. Oleh karena adanya pemanasan dan energi alam, berupa sinar kosmis dan halilintar, gas-gas tersebut mengalami perubahan menjadi molekul organik sederhana, sejenis substansi asam amino. Selama berjuta-juta tahun, senyawa organik itu terakumulasi di cekungan perairan membentuk primordial soup, seperti semacam campuran materi-materi di lautan panas. Tahap selanjutnya, primordial soup ini membentuk monomer. Monomer bergabung membentuk polimer. Polimer membentuk agregasi berupa protobion. Protobion adalah bentuk awal sel hidup yang belum mampu bereproduksi, tetapi mampu memelihara lingkungan kimia dalam tubuhnya. Di samping itu, protobion juga telah memperlihatkan sifat yang berhubungan dengan makhluk hidup, seperti dapat melakukan metabolisme, kemampuan menerima rangsang, dan bereplikasi sendiri. Terbentuknya polimer dari monomer-monomer telah dibuktikan oleh Sydney W. Fox. Dalam percobaannya, Fox memanaskan 18–20 macam asam amino pada titik leburnya dan didapatkan protein. Pendapat Alexander Oparin mendapat dukungan dari ahli kimia Amerika Serikat, bernama Harold Urey. Urey menyatakan bahwa atmosfer bumi purba terdiri atas gas-gas metana CH4, amonia NH3, uap air H2O, dan gas hidrogen H2. Dengan adanya energi alam berupa halilintar dan sinar kosmis, campuran gas-gas tersebut membentuk asam amino. Pada tahun 1953, seorang mahasiswa Harold Urey, yaitu Stanley Miller USA mencoba melakukan eksperimen untuk membuktikan kebenaran teori yang dikemukakan Urey. Percobaannya itu juga dikenal dengan eksperimen Miller-Urey. Miller menggunakan campuran gas yang diasumsikan terdapat di atmosfir bumi purba, yaitu amonia, metana, hidrogen, dan uap air dalam percobaannya. Oleh karena dalam kondisi alamiah gas-gas itu tidak mungkin bereaksi, Miller memberi stimulus energi listrik tegangan tinggi, sebagai pengganti energi alam halilintar dan sinar kosmis. Miller mendidihkan campuran gas tersebut pada suhu 100oC selama seminggu. Pada akhir percobaan, Miller menganalisis senyawa-senyawa kimia yang terbentuk di dasar gelas percobaan dan menemukan 3 jenis dari 20 jenis asam amino. Alat percobaan Miller-Urey Terdiri atas bagian yang berupa sebuah tabung tertutup yang dihubungkan dengan 2 ruangan. Ruangan atas berisi beberapa gas yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi purba. Selanjutnya pada tempat ini diberi percikan listrik yang menggambarkan halilintar. Kondensor berfungsi untuk mendinginkan gas, menyebabkan terbentuknya tetesan-tetesan air dan berakhir pada ruangan pemanas kedua yang menggambarkan lautan. Beberapa molekul kompleks yang terbentuk di ruangan atmosfer, dilarutkan dalam tetesan-tetesan air ini dan dibawa ke ruangan lautan tempat sampel yang terbentuk diambil untuk dianalisis. Keberhasilan percobaan Miller ini memunculkan hipotesis lanjutan tentang asal usul kehidupan. Para evolusionis menyatakan bahwa asam-asam amino kemudian bergabung dalam urutan yang tepat secara kebetulan untuk membentuk protein. Sebagian protein-protein yang terbentuk secara kebetulan ini menempatkan diri mereka pada struktur seperti membran sel yang diikuti pembentukan sel primitif. Sel-sel ini kemudian bergabung membentuk organisme hidup. Mereka menyebutnya sebagai evolusi biologi. 6. Evolusi Biologi Oparin dan Haldane serta teori Urey menyebutkan bahwa zat organik asam amino yang merupakan bahan dasar penyusun makhluk hidup, pada mulanya terakumulasi di lautan. Kenyataan saat ini menunjukkan bahwa dalam sel-sel tubuh makhluk hidup mengandung garam NaCl. Hal ini mendasari kesimpulan bahwa makhluk hidup berasal dari laut. Evolusi biologi dimulai pada saat pembentukan sel. Asam amino yang terbentuk dari evolusi kimia akan bergabung membentuk makromolekul. Hal ini dibuktikan pada penelitian Sidney W. Fox. Larutan yang mengandung monomer-monomer organik diteteskan ke pasir, batu, atau tanah yang panas sehingga mengalami polimerisasi. Hasil polimerisasi ini dinamakan proteinoid. Apabila proteinoid dicampur dengan air dingin terbentuklah kumpulan proteinoid yang menyusun tetesan kecil yang disebut mikrosfer. Mikrosfer memiliki beberapa sifat hidup yang mempunyai membran selektif permeabel namun belum dapat dikatakan hidup. Oparin menggunakan istilah koaservat untuk mikrosfer. Koaservat merupakan tetesan koloid yang terbentuk saat larutan protein, asam nukleat, dan polisakarida dikocok. Substansi dalam koaservat dapat membentuk enzim yang berperan dalam pengambilan bahan dari lingkungan sebagai bahan pembentuk tubuh. Adanya deretan molekul-molekul lipid dan protein yang membatasi koaservat dengan lingkungan luar sekitarnya, telah dianggap sebagai selaput sel primitif. Selaput sel primitif ini menyebabkan stabilitas koaservat akan tetap terjaga. Selaput sel primitif ini diperkirakan berperan dalam pengaturan pertukaran substansi antara koaservat dan lingkungan sekitarnya. Koaservat dengan selaput lipid protein mungkin merupakan tipe sel primitif yang disebut protosel. Protosel kemudian akan membentuk sel awal yang merupakan permulaan dari organisme uniselular. Oleh karena keadaan atmosfer saat itu tidak mengandung O2, organisme awal tersebut diperkirakan bersifat prokariotik, anaerob, dan heterotrof. Perkembangan protosel menjadi organisme uniselular maupun multiselular tidak terlepas dari sistem genetik pada protosel itu sendiri. Sehubungan dengan hal itu, seorang ahli biokimia dari Havard yaitu Walter Gilbert pada tahun 1986 mengajukan hipotesis dunia RNA. Menurut hipotesis itu, miliaran tahun yang lalu sebuah molekul RNA yang dapat mereplikasi terbentuk secara kebetulan. Melalui pengaktifan oleh lingkungan, RNA ini dapat memproduksi protein. Selanjutnya, diperlukan molekul kedua untuk menyimpan informasi tersebut, maka dengan suatu cara tertentu terbentuklah DNA. Segera setelah protosel memperoleh gen yang mampu mereplikasi menyebabkan protosel mampu bereproduksi, dan dimulailah proses evolusi biologi. Sejarah kehidupan pun telah dimulai. Selanjutnya organisme-organisme mengalami proses evolusi menurut jalur kehidupan yang berbeda-beda. Demikianlah Materi Teori Asal Usul Kehidupan Teori Evolusi, selanjutnya baca juga materi Sejarah Munculnya Teori Evolusi semoga bermanfaat.
Teori Evolusi, benar nggak sih??? Apakah teori teori evolusi yang dicetuskan oleh para ahli itu benar adanya. Menurut Anda, adakah bukti-bukti dan fakta yang jelas dan nyata. Ataukah hanya sekedar teori saja dan tanpa bukti yang ilmiah. Sampai saat ini teori evolusi memang masih menjadi hal yang kontroversial. Karena banyak yang tidak setuju jika manusia adalah keturunan kera. Tapi bukan itu yang sebenarnya mejadi topik utama yang dibahas. Ingat orang yang cerdas adalah orang yang tidak hanya bisa mengkritik tapi yang terpenting adalah bagaimana mencari kebenaran ilmiahnya. Ada beberapa teori teori evolusi dalam biologi, menurut para ahlinya seperti teori evolusi Darwin, Lamarck, hingga Harun Yahya. Orang yang berpikir rasional, scientist, dan rasa ingin tahunya besar tentu tidak hanya memperdebatkan teori-teorinya saja. Namanya juga teori, setiap orang boleh berteori, setiap orang boleh mengubah teori, dan setiap orang boleh menghapuskan teori lama. Selama itu ada bukti ilmiah yang mendukung teorinya. Karena itulah, kali ini materi biologi yang akan dibahas adalah mengenai teori evolusi dan tokoh/para ahli yang mencetuskannya. Dengan mengetahui materi ini, setidaknya dapat memberikan pemahaman tentang teori evolusi serta mengetahui implikasinya pada sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Coba perhatikan gambar berikut. Sejatinya, semua makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya yang dapat muncul dengan variasi baru sehingga menyebabkan terjadinya keanekaragaman makhluk hidup. Adanya variasi-variasi tersebut dapat menyebabkan spesies baru. Peristiwa ini dikenal dengan istilah evolusi. Jadi, evolusi adalah proses kompleks pewarisan sifat organisme yang berubah dari generasi ke generasi dalam kurun waktu jutaan tahun. Teori tentang evolusi merupakan teori yang tetap hangat dipertentangkan sampai saat ini. Banyak tokoh yang berpendapat tentang hal ini, tetapi belum ada satu teori yang dapat menjawab semua fakta dan kejadian tentang sejarah perkembangan makhluk hidup. 10 Teori Teori Evolusi Menurut Para Ahli Beberapa teori dari para ahli yang menjadi dasar dari teori evolusi, di antaranya sebagai berikut. 1. Aristoteles 384-322 SM Aristoteles adalah seorang filosof yang berasal dari Yunani, yang mencetuskan teori evolusi. Ia mengatakan bahwa evolusi yang terjadi berdasarkan metafisika alam, maksudnya metafisika alam dapat mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. 2. Anaximander 500 SM Anaximander juga merupakan seorang filosof yang berasal dari Yunani. Ia berpendapat bahwa manusia berawal dari makhluk akuatik mirip ikan dan mengalami proses evolusi. 3. Empedoclas 496-435 SM Empedoclas adalah seorang filosof Yunani. Ia mengemukakan teori bahwa kehidupan berasal dari lumpur hitam yang mendapat sinar dari mata- hari dan berubah menjadi makhluk hidup. Evolusi terjadi dengan dimulainya makhluk hidup yang sederhana kemudian berkembang menjadi sempurna dan akhirnya menjadi beraneka ragam seperti sekarang ini. 4. Erasmus Darwin 1731-1802 Erasmus Darwin adalah kakek dari Charles Robert Darwin, seorang tokoh evolusi berkebangsaan Inggris. Teorinya adalah bahwa evolusi terjadi karena bagian fungsional terhadap stimulasi adalah diwariskan. Ia menyusun buku yang berjudul Zoonamia yang menentang teori evolusi dari Lamarck. 5. Count de Buffon 1707-1788 Buffon berpendapat bahwa variasi-variasi yang terjadi karena pengaruh alam sekitar diwariskan sehingga terjadi penimbunan variasi. 6. Sir Charles Lyell 1797-1875 Lyell adalah seorang ilmuwan yang berasal dari Skotlandia dengan bukunya yang terkenal berjudul Principles of Geology. Di dalam bukunya tersebut Lyell berpendapat bahwa permukaan bumi terbentuk melalui proses bertahap dalam jangka waktu yang lama. 7. Lamarck Jean Baptise de Lamarck 1744 – 1829 seorang ahli biologi kebangsaan Perancis, memiliki suatu gagasan dan menuliskannya dalam bukunya berjudul “Philoshopic”. Dalam bukunya tersebut Lamarck mengatakan sebagai berikut. Lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri dan sifat-sifat yang diwariskan melalui proses adaptasi lingkungan. Ciri dan sifat yang terbentuk akan diwariskan kepada keturunannya. Organ yang sering digunakan akan berkembang dan tumbuh membesar, sedangkan organ yang tidak digunakan akan mengalami pemendekan atau penyusutan, bahkan akan menghilang. Contoh yang dapat digunakan oleh Lamarck adalah jerapah. Menurut Lamarck, pada awalnya jerapah memiliki leher pendek. Karena makanannya berupa daun-daun yang tinggi, maka jerapah berusaha untuk dapat menjangkaunya. Karena terbiasa dengan hal ini maka semakin lama, leher jerapah menjadi semakin panjang dan pada generasi berikutnya akan lebih panjang lagi. Teori Lamarck ditentang oleh Erasmus Darwin kakek dari Charles Darwin yang mengatakan bahwa populasi jerapah adalah heterogen, ada yang berleher pendek dan ada yang berleher panjang. Jerapah-jerapah tersebut berkompetisi untuk mendapatkan makanan. Dari persaingan tersebut jerapah berleher panjang akan menang dan akan tetap hidup, sifat ini akan diwariskan kepada keturunannya. Jerapah yang berleher pendek akan mati dan perlahan-lahan mengalami kepunahan. 8. Charles Robert Darwin Charles Robert Darwin 1809–1882 adalah seorang ilmuwan berke- bangsaan Inggris yang melakukan pelayaran pada tahum 1831. Dengan menggunakan kapal HMS Beagel, ia melakukan pelayaran menuju ke Kepulauan Galapagos, yang merupakan kepulauan terpencil kurang lebih 1050 km dari dari daratan utama Amerika Serikat. Dalam pelayarannya hingga sampai di Kepulauan Galapagos tersebut Charles Darwin menemukan dan mengamati berbagai macam burung Finch yang memiliki berbagai macam bentuk paruh. Perbedaan morfologi tersebut ternyata menunjukkan adanya hubungan kekerabatan dengan burung yang ada di Amerika Serikat. Pada abad ke-18 seorang ahli ekonomi Thomas Robert Malthus seorang berkebangsaan Inggris 1766–1834 mengemukakan pendapatnya dalam bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. Malthus menyimpulkan bahwa jumlah penduduk naik seperti deret ukur 1, 2, 4, 8, 16, … sedangkan bahan makanan yang tersedia naik seperti deret hitung 1, 2, 3, 4, 5, …. Dari teori tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah kenaikan penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan. Fenomena ini mengakibatkan makhluk hidup harus melakukan perjuangan agar terus bertahan. Sifat-sifat yang mendukung akan dipertahankan, sedangkan sifat-sifat yang tidak mendukung akan hilang. Makhluk hidup yang mampu bertahan hidup dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya akan lolos dari seleksi alam. 9. August Weismann 1934-1914 Weismann berpendapat bahwa sel-sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan dalam penurunannya, melainkan berdasarkan pada prinsip genetika. Weismann melakukan percobaan untuk membuktikan teorinya tersebut. Perlakuan diberikan kepada dua tikus yang dipotong ekornya dan kemudian kedua tikus tersebut dikawinkan. Hasilnya adalah generasi keturunannya masih berekor panjang sampai generasi ke-21. Dari percobaan yang dilakukan tersebut maka akhirnya Weismann menarik kesimpulan seperti berikut. Perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak diwariskan kepada generasi berikutnya. Evolusi merupakan masalah genetika, artinya evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika 10. Harun Yahya Teori evolusi menurut Harun Yahya merupakan antitesis dari teori evolusinya Charles Darwin. Darwin mengungkapkan bahwa makhluk hidup muncul di dunia merupakan kebetulan semata tanpa ada yang menciptakannya. Darwin juga memperkenalkan bahwa satu spesies atau makhluk bisa melakukan evolusi menjadi makhluk yang lain dalam jangka waktu yang lama. Jelas sekali pandangan Darwin dianggap Harun Yahya bertentangan dengan dogma agama yang menyebut Tuhan sebagai pencipta segala jenis makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia. Teori yang ditemukan Darwin bisa dikatakan memperkuat keyakinan kaum ateisme dan komunisme, sebaliknya meruntuhkan dan atau bertentangan dengan normatif keagamaan yang menganggap Tuhan sumber segala kehidupan dan penciptaan. Mengkounter teori evolusinya Darwin, Harun Yahya yang concern mengadakan penelitian dan menulis buku-buku keislaman jelas merasa keberatan dengan evolusi Darwin tersebut. Dengan teorinya yang secara khusus membantah teori Darwin yang fenomenal sekaligus kontroversial itu, Harun Yahya banyak menyebutkan dan mengalirkan data-data yang menggugurkan teori evolusi yang telah banyak disembah orang selama berabad-abad silam. Hal bantahan tersebut misalnya, teori kebetulan pembentuk evolusi itu, ternyata jika diamati secara mendalam banyak sekali contoh adanya rancangan yang seolah by design atau disengaja oleh sang Maha Pengatur. Dari beragam bukti ilmiah yang ditemukan para ilmuwan tak ada indikasi yang menyeret bahwa mahkluk hidup terbentuk melalui proses evolusi dimana makhluk hidup yang berbeda tak muncul ke muka bumi dengan jalan berevolusi. Sebaliknya, by design dari rancangan Tuhan secara nyata dibuktikan dengan munculnya spesies makhluk hidup yang muncul secara serentak dan bersama-sama dengan sempurna. Misalnya reptil, dari awal kemunculan memiliki bentuk sebagaimana reptil yang ada saat ini, tidak merupakan evolusi dari bentuknya semula sebagai bukan reptil. Dan masih banyak dalil lain yang diungkap dalam teori evolusi menurut Harun Yahya yang ternyata jika dikaji lebih mendalam lebih masuk akal dan diakui oleh berbagai ilmuwan Barat sekalipun. Nah, itulah beberapa dari banyak teori teori evolusi dalam biologi yang dicetuskan oleh para ahli. Teori akan tetap menjadi teori tanpa diimplikasikan dalam kehidupan nyata. Dan apa pun teorinya, silakan diambil yang baiknya saja, untuk menambah wawasan, inspirasi, atau pun fakta-fakta untuk mendapatkan kebenaran yang lebih baik. Semoga bermanfaat.
Daftar isiPengertian EvolusiSejarah Perkembangan EvolusiEvolusi FisikEvolusi KimiawiEvolusi BiologisCiri-ciri EvolusiTeori evolusiPrinsip Evolusi Kesimpulan PembahasanSetiap makhluk hidup yang diciptakan akan terbentuk seiring berjalannya waktu. Di dalam ilmu biologi proses tersebut dinamakan evolusi. Dan berikut ini akan kami jabarkan tentang sering diartikan sebagai perubahan. Perubahan yang dimaksud disini adalah perubahan dalam setiap aspek kehidupan maklhuk hidup yang ada di bumi, berjalan secara lambat dan bertahap seiring berjalannya ilmu biologi, evolusi merupakan sebuah perubahan dalam terbentuknya gunung, erosi dalam pembentukan sungai dan laut, sampai spesies makhluk hidup mulai dari tumbuhan. hewan, dan sintesis modern evolusi adalah perubahan frekuensi paralel dari suatu populasi persatuan waktu mikro evolusi Iskandar, 2008 . Evolusi pada akhirnya adalah suatu proses penciptaan keanekaragaman makhluk ini serupa dengan pendapat Vyrba seorang guru besar Paleontologi dan Biologi Yale University, beliau menyatakan bahwa bukti terbaik untuk evolusi adalah munculnya keanekaragaman organisme hidup, penyebaran karakteristik di antara spesies, dan pola hirarki kamus Besar Bahasa Indonesia, Evolusi adalah perubahan yang terjadi secara lambat, berangsur-angsur dan Perkembangan EvolusiDalam perkembangannya, evolusi terbagi menjadi 3 tahapan. Yaitu Evolusi FisikTerjadinya evolusi fisik adalah dari awal mula pembentukan alam semesta sampai sekarang. Evolusi fisik terbagi kembali menjadi 4 tahapan, yakni Bigbang Dentuman KerasTeori ini dipercaya sebagai awal mula semesta alam da dikemukakan oleh George Lemaître 1920, kemudian dikembangkan oleh ahli fisika Stephen Hawkings. Menurutnya, sebelum terbentuk dentuman besar atau bigbang, alam semesta terkompresi dalam massa padat dan panas, berukuran beberapa mm, selama sepersekian detik pertama. “Dentuman Besar” menghasilkan materi dan energi serta ruang dan waktu. Akan tetapi ekspansi materi tetap berlanjut secara lebih lambat sampai saat planetRotasi matahari menyebabkan bagian-bagian permukaannya ada yang terlepas. Karena bagian-bagian yang terlepas masih memiliki kecepatan, bagian-bagian tersebut beredar mengelilingi matahari dan akhirnya membentuk planet-planet. Matahari dan planet membentuk Solar SystemBumiBumi Earth adalah planet ketiga di antara 9 planet atau 8 planet yang beredar mengelilingi matahari, terbentuk kurang lebih sekitar miliar tahun yang lalu. Pendinginan yang berlanjut menghasilkan 3 lapisan utama pada bumi, yaitu kerak bumi crust, mantel bumi, dan inti bumi. Mantel bumi dan inti bumi tersusun atas logam cair dengan suhu yang sangat tinggi. Kerak BumiKerak bumi merupakan lapisan terluar bumi, yang terdiri dariLithosfer lithos = batu DaratanHidrosfer hidros = air LautanAtmosfer Udara. Atmosfer terdiri atas troposfer, stratosfer, dan ionosfer. Biosfer adalah lapisan bumi tempat terdapatnya kehidupan. Dengan mendinginnya suhu permukaan bumi, keadaan ini memungkinkan pembentukan senyawa organik dan mulainya evolusi kimiawi. Evolusi fisik tetap berlanjut, misalnya berupa pembentukan gunung berapi, pergeseran kerak bumi yang menimbulkan gempa tektonis, pencairan lapisan es di kutub bumi, dan KimiawiEvolusi kimiawi terdiri atas 4 tahap Terbentuknya asam amino, adalah blok penyusun protein protein merupakan komponen utama kehidupan.Terbentuknya proteinoid, adalah senyawa menyerupai protein, yang terbentuk tanpa bantuan enzim pembentukan protein harus dibantu oleh enzim.Terbentuknya protobion, yakni senyawa yang sudah memiliki properti kehidupan, kecuali asam nukleat, yaitu senyawa yang dapat bereproduksi dan meneruskan informasi genetik dari 1 generasi ke generasi BiologisEvolusi biologis dibedakan atasMikro-evolusi Perubahan genetik pada suatu populasi organisme tertentu dalam perjalanan Perubahan dalam skala yang lebih luas, mencakup seluruh populasi kehidupanCiri-ciri EvolusiDilihat dari pengertiannya, evolusi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut Jangka waktu yang lamaTerjadi mulai dari alam semesta terbentuk hingga sekarangTerjadi secara perlahan, bertahap dan berkelanjutanProses terjadinya tanpa evolusiAristoteles 384-322 SM dan Charles Darwin1809-1882Evolusi bisa terjadi karena proses seleksi alam, dan metafisika alam yang merubah organisme sesuai dengan habitatnya. Sependapat dengan Aristoteles, Charles Darwin pun berpendapat bahwa Evolusi terjadi karena peristiwa seleksi alam. Pendapat inilah yang disebut teori evolusi “Natural selection” dan “Survival of the fittest”.Erasmus Darwin 1731-1802Evolusi yang terjadi adalah pada manusia dan sifat dasar tergantung pada genetik orang tua, hal ini tertulis di bukunya yang berjudul “Zoonomia or The Laws of Organic Life”.William Paley 1743-1805Dia berpendapat bahwa evolusi merupakan hasil dari kompleksitas antara makhluk hidup dengan penciptanya. Hal tersebut ia tuangkan dalam bukunya yang berjudul “Natural Thurology”.Jean Baptise Lamarck 1744-1829Evolusi biasanya terjadi pada tiap indvidu yang saling terkait dengan lingkungan sekitarnya yang berubah. Teori ini dinamakan teori “Inheritance of the acquired characteristics”. Paham ini disebut juga Lamarckisme atau use/disuse Evolusi AdaptasiAdaptasi adalah proses pembentukan karakteristik baru suatu organisme, untuk memungkinkannya bertahan hidup survive melampaui usia suatu kumpulan organisme, terdapat beraneka macam perbedaan yang tidak selalu dapat dengan mudah dikenali. Hal inilah yang dinamakan adalah perubahan sekuens nukleotida dalam gen, sehingga gen tidak dapat lagi menghasilkan fenotipe seperti hal ini hampir mirip dan berkaitan dengan adaptasi. Yaitu yang paling kuat dan paling bisa diambil keuntungan akan terus hidup dan maju, begitupun PembahasanEvolusi jika diartikan secara umum menjadi perubahan yang terjadi secara lambat. Lambat disini diartikan secara bertahap. Sedangkan menurut ilmu biologi, Evolusi adalah perubahan yang terjadi secara bertahap dalam kehidupan di bumi beserta isinya.
menurut teori evolusi biologi organisme pertama yang terbentuk adalah organisme